Minggu, 21 Februari 2010

PDIP Bantah Lakukan Bergaining

Watuseke: Ini Program DPRD

RATAHAN—Ketua Fraksi PDIP DPRD Mitra, Tavif Watuseke, membantah jika keberangkatan empat personilnya ke Provinsi Bali, sebagai hasil bargaining. Menurutnya, keberangkatan mereka berempat plus 7 anggota lainnya adalah agenda DPRD Mitra. “Keikutsertaan anggota DPRD termasuk personil Fraksi PDIP bukan karena bargaining, tapi merupakan program lembaga DPRD baik bimtek atau konsultasi,” kata Watuseke melalui SMS.

“Ini tujuannya untuk menambah wawasan/pengetahuan untuk penguatan dewan. Dan itu secara aturan, sudah tertata di APBD,” ujarnya sembari menambahkan, Fraksi PDIP tetap akan mengkritisi kebijakan Pemkab yang tidak pro rakyat. “FPDIP waktu lalu hanya mempertanyakan kepada pimpinan dewan akan kesamaan hak,” tandas Watuseke yang juga Sekretaris DPC PDIP Mitra ini.

Keberangkatan para wakil rakyat tersebut terus menuai kritik masyarakat. Seperti yang dilontarkan Ketua LSM Gema Mitra, Viddy Ngantung. Menurutnya, para anggota DPRD tidak punya hati nurani lagi. “Memang kwa so nintau malo dorang. Dorang so tau rakyat nda suka dengan kegiatan pelesir tapi masih saja dilakukan. Padahal ada banyak agenda yang harusnya mereka kerjakan (Memang tidak tahu malu mereka. Sudah tahu rakyat tidak suka dengan kegiatan pelesir dewan, tapi masih saja dilakukan,” bebernya. (sumber : klik di sini)

Sabtu, 20 Februari 2010

Bank Eksekutif Mdo: Kami Tidak Bangkrut

Manajemen PT Bank Eksekutif Internasional Tbk yang perdagangan sahamnya sempat dihentikan sementara membantah nyaris bangkrut. Bank sampai saat ini masih beroperasional secara normal.
"Tidak benar bank akan bangkrut," demikian keterangan pers direksi bank yang dikutip VIVAnews dari website bank, Jumat 19 Februari 2010.
Rasio kecukupan modal bank (CAR) saat ini tercatat 11,7 persen atau masih di atas angka yang ditentukan Bank Indonesia, 8 persen.

Namun direksi mengakui pihaknya saat ini sedang melakukan penjajakan dengan salah satu investor. "Dan dengan berbagai pertimbangan nama investor tersebut segera akan kami umumkan setelah ditandatanganinya SPA (Sales & Puchase Agreement)."
Bank menjelaskan, sempat masuk status pengawasan intensif karena disebabkan oleh rasio non performing loan bank yang melebihi 5 persen. Namun telah ada action plan untuk penyelesaian NPL selambat-lambatnya pada bulan Maret 2010 menjadi di bawah 5 persen.

BI sebelumnya menyebutkan bank tidak memiliki dana lagi untuk memperkuat modalnya, sehingga pemegang saham lama diminta mencari investor baru, atau menyerah saja.
Kondisi bank memburuk sejak akhir 2009 lalu, sehingga bank sentral meminta pemegang saham menambah modalnya hingga 8 persen. Permintaan itu dipenuhi manajemen sehingga posisi CAR tercatat 11,7 persen. Namun NPL bank dianggap masih mengkhawatirkan.

Mayoritas saham bank kini dipegang keluarga Widjaja dengan perincian: Lunardi Widjaja sebanyak 53,15 persen, Lusiana Widjaja sebanyak 10,29 persen, Irawati Widjaja sebanyak 4,99 persen, Sinthyawati Widjaja sebanyak 4,99 persen, Setiawan Widjaja sebanyak 4,82 persen, dan publik sebanyak 21,76 persen.(sumber : klik di sini)

Dugaan Korupsi di Unsrat

Mantan Rektor Unsrat Disidang

MANADO—Mantan Rektor Unsrat Prof Lucky Sondakh duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Manado. Ya, Sondakh kemarin (18/2) bersaksi kasus korupsi di Unsrat dengan terdakwa BP alias Pandey, bendahara pengeluaran. Selain Prof Lucky, mantan Pembantu Rektor I, Prof Buce Moningka juga jadi saksi.
Dihadapan majelis hakim Aris Boko SH, I Gede Wanugraha SH dan Saur Sitindaon SH dan JPU Oikurnia Zega dan CH Heydemans, Sondakh mengaku adanya penyimpangan itu setelah pemeriksaan BPK. “Saya tahu dari hasil pemeriksaan BPK,” kata Sondakh.
Pandey dijadikan terdakwa atas kasus penyelewengan dana beasiswa Rp2,136 miliar, biaya penyelenggaraan rintisan S2 Rp1,063 miliar. Serta juga biaya perjalanan dinas rintisan gelar Rp130 juta. Total kerugian negara yang digelapkan mencapai Rp455,6 juta. “Terdakwa juga pernah berjanji akan mengembalikan dana tersebut,” kata Sondakh diaminkan Moningka.(sumber : klik di sini)

Walanda Terancam Diganti PAN Memanas

MANADO — Konflik internal di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) kian memanas pasca pembentukan koalisi Hanura-PAN (HaraPan) di Manado. Koalisi yang telah sempat menerima sejumlah pendaftaran sejumlah kandidat pilwako Manado itu kembali dinyatakan tidak sah. "Koalisi ini tidak melalui mekanisme yang diatur karena tanpa pleno di DPD I,” ujar Wakil Ketua PAN Sulut, Jamal Lamato, kemarin.

Ditambahkannya, DPP PAN pra dan pasca kongres Batam belum pernah mengeluarkan kebijakan soal pilkada di Kota Manado. Ini disampaikannya untuk menepis isu bahwa koalisi ini telah mendapat restu saat kepemimpinan Sutrisno Bachir. “Setelah terpilihnya Hatta Rajasa juga belum ada penetapan koalisi untuk Manado,” jelasnya.
Hal senada dilontarkan Bendahara DPP PAN, Yasti Supredjo Mokoagow. Dia menegaskan Lily Walanda yang berstatus Plt Ketua PAN Sulut tidak bisa membuat kebijakan strategis. Sama halnya dengan Plt Ketua PAN Manado Hanny Kandou. “Mereka harusnya tahu aturan. Memang aturan baru DPP mengharuskan persoalan pilkada diatur DPP. Jangan pura-pura tidak tahu,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk urusan koalisi, DPP melihat partai mana yang dianggap kuat sesuai survei yang ditunjuk lembaga independen. “Diputuskan koalisi dengan Golkar,” terang Yasti yang juga menjabat Wakil Sekjen pemenangan pemilu dan pilkada Indonesia Timur itu.
Ditegaskannya, instruksi DPP mesti dijalankan agar tidak mendapat sanksi tegas. Siapapun yang bertentangan akan diganti demi kepentingan dan kebesaran partai ke depan. “Hari ini juga mereka bisa diganti jika terus mengancam kebaikan serta nama besar PAN,” tegasnya.

Menanggapi ini, Walanda mengatakan pihaknya memang belum tahu soal aturan pilkada dalam kepemimpinan baru ini. Sebelumnya, persoalan pilkada di daerah diatur oleh PAN di daerah dan nanti dilaporkan ke DPP. "Kalau pilgub, baru DPW yang atur,” katanya.
Menurutnya, koalisi HaraPan akan dibubarkan jika nanti DPP PAN menghendaki. Hanya saja, ia memandang yang dilakukan PAN Manado untuk kebaikan PAN Sulut dan DPP PAN. “Kalau tidak dengan HaraPan dengan siapa? Kami tidak mungkin berkoalisi dengan partai besar yang sampai sekarang tidak pernah mau membuka komunikasi,” ketusnya.(sumber : klik di sini)

Pertaruhan Gengsi Benzar manado Vs Smansa Mdo

HARI ini Hall B GOR RW Mongisidi KONI Sario akan jadi saksi mata, munculnya jawara Honda Development Basketball League 2010 North Sulawesi Series. Final party yang akan digelar pukul 15.00 Wita ini, akan menyajikan dua partai besar yang mempertemukan dua kota. Tim putra Eben Haezer Manado (Benzar) lawan tim putra asal Kota Bunga Tomohon SMA Lokon St Nikolaus (Losnito). Sedang diperebutan jawara putri Honda DBL 2010, terjadi derby Manado, antara SMA Kr Eben Haezer (Benzar) dan SMAN 1 Manado (Smansa).

Dipastikan akan terjadi pertarungan sengit, karena masing-masing tim punya materi dan bekal strategi terbaik. Sebut saja tim putra Benzar. Sepanjang perjalanan DBL 2010, tim asuhan Herry Tumuwo ini sukses mengalahkan lawan tangguh, misalnya Rex Mundi, harus kalah di putaran kedua dengan skor 27-17. Rasa percaya diri tim yang dikapteni Christofael Kansil ini pun sementara berada di puncak, pasalnya musuh bebuyutan mereka, SMAN 1 Manado harus tunduk dengan skor 30-45. “Strategi kemungkinan akan berubah, nantinya saya akan menurunkan skuad terbaik Benzar untuk merebut jawara DBL putra,” tukas Tumuwo saat diwawancarai, Kamis (19/2) setelah mengalahkan Smansa.

Dan seperti biasa, kekuatan tim basket Benzar akan ditambah dengan amunisi supporter yang terkenal kompak dan selalu memberi semangat bagi timnya. Apalagi Benzar tampil sempurna di Honda DBL 2010, karena meloloskan tim putra dan putrinya. Seperti pertandingan sebelumnya, bukan tidak mungkin sang Kepala Sekolah, Sugiyarto akan mengerahkan siswa Benzar memadati tribun GOR. Jadi, hari ini bukan hanya sekedar adu skill, strategi dan kekuatan tim basket, tapi akan jadi ajang ‘perang’ supporter.

Sementara Losnito yang adalah satu-satunya finalis asal luar Kota Manado, siap menjadi jawara baru Honda DBL. Dibeberkan pelatih Roland Lengkong, timnya masih tetap melakoni permainan menyerang. “Kalaupun ada perubahan, mungkin hanya sedikit,” ungkapnya.
Untuk pendukung, Losnito bakal memboyong ratusan supporter dari Tomohon. “Yang pasti lebih banyak dari sekarang,” ujar Eduard Wilar, kapten tim Losnito, yang mengaku tak gentar siapapun lawan mereka di final. “Kami siap main dan siap menang,” tukas Eduard, yang juga adalah Ketua OSIS Losnito ini.

Untuk sampai di final, bisa dikatakan lawan Losnito cukup berat. Berdasarkan hasil drawing, putaran pertama, Losnito harus berhadapan dengan finalis DBL tahun 2009, SMAN 2 Bitung yang diperkuat pemain-pemain unggulan. Selanjutnya untuk bisa berada di partai final, Losnito menghajar rekan sekota mereka 10-70. Bisa dikatakan, dua tim ini sama kuat. Selain berbekal pemain-pemain andalan, Benzar dan Losnito pun memiliki pelatih terbaik yang mampu meramu strategi.
Dan bagaimana persiapan tim putri? Benzar yang mengejar tripit akan mengeluarkan semua amunisi terbaik mereka nanti. “Tak perlu ragu, kami pasti bisa memenangkan final ini dan bisa meraih jawara Honda DBL untuk ketiga kalinya,” tutur Firman Mulyono.

Meski Patricia Tambalitan, kapten tim putri cedera, dia yakin bakal mampu meredam perlawanan Brigita Wowor. “Siap main saja dulu, kalau siap main itu artinya siap menang,” tandasnya tersenyum. Tim putri Benzar memang tampil ganas di Honda DBL 2010. Semua lawan yang dihadapi tunduk dengan angka yang cukup jauh. Benzar sukses menumbangkan finalis 2009 SMA Lokon St Nikolaus Tomohon serta mengalahkan Manado International School dengan skor 21-9.

Sedang, tim Smansa Manado harus berjuang keras. Kemenangan tim putri atas Benzar nanti, akan menjadi penawar Smansa atas kekalahan tim putra dari Benzar, Kamis (18/2) di babak semi final. “Nanti lihat di lapangan. Saya belum bisa bicara lebih, yang jelas kami tim siap melayani perlawanan tim mana saja,” kata Lexy Kojongian. Latihan pun terus dilakukan Smansa, untuk mematangkan persiapan tim. “Kalah atau menang hal biasa, intinya bagaimana anak-anak bisa main bagus,” ujar Kojongian.

Laju Smansa tak bisa dihentikan lawan-lawannya. Di putaran pertama, Brigitta Wowor dan timnya sukses membantai SMA Caritas Tomohon 0-33 dan untuk lolos ke final, Smansa menang mudah atas tim tamu SMA Unklab Airmadidi. “Saya bangga anak didik saya bisa berada di final DBL,” kata Freddy Robot, Kepala Sekolah SMA N 1 Manado.
Dia pun berjanji akan mengerahkan seluruh supporter Smansa untuk memberi semangat timnya. “Saya jamin satu tribun akan penuh dengan pendukung Smansa,” pungkasnya. (sumber :klik di sini)

Kamis, 18 Februari 2010

Diknas Ingatkan Sekolah Soal Persiapan UN

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut, Drs Dj Kansil MPd melalui Humas, Esther Tinihada SE MA mengingatkan seluruh sekolah mengenai persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang semakin dekat. Untuk itu sekolah diharapkan untuk tidak lagi melakukan kegiatan yang dapat menghambat persiapan UN.
“Pak Kadis sudah meng-ingatkan agar seluruh seko-lah memfokuskan pada per-siapan pelaksanaan UN. Ja-di tidak usah lagi melaksa-nakan kegiatan lain yang akan mengganggu persiapan ujian,” papar Tinihada ke-pada Komentar, Rabu (17/02) kemarin.
Sehingga perhatian sekolah sepenuhnya, adalah untuk mempersiapkan siswa dan tidak terbagi lagi.
Sementara untuk pelaksa-naan Pra UN lanjut Tiniha-da, akan dilaksanakan mulai 2 Maret 2010 mendatang. “Untuk SMA dilaksanakan 2-6 Maret sedangkan untuk SMP dan SMK 2-5 Maret. Dalam ujian ini dilaku-kan pe-ngawa-san si-lang,” tu-kasnya.
Nantinya pemeriksaan akan dilaksanakan oleh ma-sing-masing sekolah. “Untuk hasilnya, tergantung kebija-kan sekolah, apakah akan disampaikan juga ke orang-tua, atau akan langsung di-ambil tindakan dengan memantapkan siswa yang nilainya masih kurang,” tan-das Tinihada.
Untuk pelaksanaan Pra UN ini kata dia, sudah siap dige-lar dan tinggal menunggu pendistribusian soal ke ma-sing-masing kabupaten/kota. “Yang pasti, Dinas Pen-didikan Nasional sudah siap untuk melaksanakan Pra UN,” tegas Tinihada. (sumber : klik di sini)

Tak gentar di-hearing legislatif. Liow: Anggota Dewan Jangan Asal ‘Malontok’

Sikap gentleman ditunjukan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Manado, Steven Evans Liow SSos terkait adanya tanggapan miring dari kalangan Dekot Manado terhadap pelaksanaan kegiatan kawin massal.

Kepada wartawan, Rabu ke-marin, Liow menegaskan tak gentar di-hearing legislatif. Menariknya, mantan Kabag Humas Pemprop Sulut ini me-nyebut sejumlah anggota dewan asal ‘malontok’ dalam mengeluarkan pernyataan.
“Catat, saya tak gentar di hearing legislatif karena apa yang kami lakukan beberapa waktu lalu, salah satu tujuan-nya yakni untuk membantu masyarakat miskin dalam melakukan pernikahan,” tandas Liow dengan nada tinggi.
Bahkan kepada sejumlah anggota dewan, katanya, ja-ngan bicara asal ‘malontok’. “Masakan kami melaksana-kan kegiatan kawin massal dengan anggaran yang tak jelas. Di APBD 2010 memang tak disebutkan atau dican-tumkan anggaran untuk ka-win massal. Perlu diketahui bapak dan ibu anggota Dekot Manado yang terhormat, ke-giatan kawin massal ini ma-suk dalam program penataan administrasi kependudukan dengan mata anggaran, ke-giatan peningkatan pelayanan publik. Sebagai dasar pelak-sanaan yakni sehubungan optimalisasi sistem admi-nistrasi kependudukan menu-ju KTP elektronik. Apalagi ada temuan dari pihak Depdagri bahwa di SIAK Kota Manado sekitar 4 ribuan Kartu Keluar-ga (KK) tak ada kejelasan,” papar Liow sembari meminta kepada Lili Binti, Syarifudin Saafa, Udin Musa, Hengky Kawalo dan Royke Anter untuk arif menyikapi dan jangan asal ‘malontok’ dalam berbicara.
Sebelumnya diberitakan, anggaran pelaksanaan ke-giatan kawin massal yang di-lakukan Dinas Kependuduk-an dan Pencatatan Sipil (Dinpencapil) Manado, waktu lalu, dinilai kalangan Dewan Kota (Dekot), kurang jelas alias KJ.
Pasalnya, dalam APBD Ma-nado 2010, tak diplot ang-garan kawin massal di pos Dinpencapil Kota Manado. Karenanya, Dekot akan sege-ra memanggil hearing Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadinpen-capil), Steven E Liow SSos. (sumber : klik di sini)