Minggu, 21 Februari 2010

PDIP Bantah Lakukan Bergaining

Watuseke: Ini Program DPRD

RATAHAN—Ketua Fraksi PDIP DPRD Mitra, Tavif Watuseke, membantah jika keberangkatan empat personilnya ke Provinsi Bali, sebagai hasil bargaining. Menurutnya, keberangkatan mereka berempat plus 7 anggota lainnya adalah agenda DPRD Mitra. “Keikutsertaan anggota DPRD termasuk personil Fraksi PDIP bukan karena bargaining, tapi merupakan program lembaga DPRD baik bimtek atau konsultasi,” kata Watuseke melalui SMS.

“Ini tujuannya untuk menambah wawasan/pengetahuan untuk penguatan dewan. Dan itu secara aturan, sudah tertata di APBD,” ujarnya sembari menambahkan, Fraksi PDIP tetap akan mengkritisi kebijakan Pemkab yang tidak pro rakyat. “FPDIP waktu lalu hanya mempertanyakan kepada pimpinan dewan akan kesamaan hak,” tandas Watuseke yang juga Sekretaris DPC PDIP Mitra ini.

Keberangkatan para wakil rakyat tersebut terus menuai kritik masyarakat. Seperti yang dilontarkan Ketua LSM Gema Mitra, Viddy Ngantung. Menurutnya, para anggota DPRD tidak punya hati nurani lagi. “Memang kwa so nintau malo dorang. Dorang so tau rakyat nda suka dengan kegiatan pelesir tapi masih saja dilakukan. Padahal ada banyak agenda yang harusnya mereka kerjakan (Memang tidak tahu malu mereka. Sudah tahu rakyat tidak suka dengan kegiatan pelesir dewan, tapi masih saja dilakukan,” bebernya. (sumber : klik di sini)

Sabtu, 20 Februari 2010

Bank Eksekutif Mdo: Kami Tidak Bangkrut

Manajemen PT Bank Eksekutif Internasional Tbk yang perdagangan sahamnya sempat dihentikan sementara membantah nyaris bangkrut. Bank sampai saat ini masih beroperasional secara normal.
"Tidak benar bank akan bangkrut," demikian keterangan pers direksi bank yang dikutip VIVAnews dari website bank, Jumat 19 Februari 2010.
Rasio kecukupan modal bank (CAR) saat ini tercatat 11,7 persen atau masih di atas angka yang ditentukan Bank Indonesia, 8 persen.

Namun direksi mengakui pihaknya saat ini sedang melakukan penjajakan dengan salah satu investor. "Dan dengan berbagai pertimbangan nama investor tersebut segera akan kami umumkan setelah ditandatanganinya SPA (Sales & Puchase Agreement)."
Bank menjelaskan, sempat masuk status pengawasan intensif karena disebabkan oleh rasio non performing loan bank yang melebihi 5 persen. Namun telah ada action plan untuk penyelesaian NPL selambat-lambatnya pada bulan Maret 2010 menjadi di bawah 5 persen.

BI sebelumnya menyebutkan bank tidak memiliki dana lagi untuk memperkuat modalnya, sehingga pemegang saham lama diminta mencari investor baru, atau menyerah saja.
Kondisi bank memburuk sejak akhir 2009 lalu, sehingga bank sentral meminta pemegang saham menambah modalnya hingga 8 persen. Permintaan itu dipenuhi manajemen sehingga posisi CAR tercatat 11,7 persen. Namun NPL bank dianggap masih mengkhawatirkan.

Mayoritas saham bank kini dipegang keluarga Widjaja dengan perincian: Lunardi Widjaja sebanyak 53,15 persen, Lusiana Widjaja sebanyak 10,29 persen, Irawati Widjaja sebanyak 4,99 persen, Sinthyawati Widjaja sebanyak 4,99 persen, Setiawan Widjaja sebanyak 4,82 persen, dan publik sebanyak 21,76 persen.(sumber : klik di sini)

Dugaan Korupsi di Unsrat

Mantan Rektor Unsrat Disidang

MANADO—Mantan Rektor Unsrat Prof Lucky Sondakh duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Manado. Ya, Sondakh kemarin (18/2) bersaksi kasus korupsi di Unsrat dengan terdakwa BP alias Pandey, bendahara pengeluaran. Selain Prof Lucky, mantan Pembantu Rektor I, Prof Buce Moningka juga jadi saksi.
Dihadapan majelis hakim Aris Boko SH, I Gede Wanugraha SH dan Saur Sitindaon SH dan JPU Oikurnia Zega dan CH Heydemans, Sondakh mengaku adanya penyimpangan itu setelah pemeriksaan BPK. “Saya tahu dari hasil pemeriksaan BPK,” kata Sondakh.
Pandey dijadikan terdakwa atas kasus penyelewengan dana beasiswa Rp2,136 miliar, biaya penyelenggaraan rintisan S2 Rp1,063 miliar. Serta juga biaya perjalanan dinas rintisan gelar Rp130 juta. Total kerugian negara yang digelapkan mencapai Rp455,6 juta. “Terdakwa juga pernah berjanji akan mengembalikan dana tersebut,” kata Sondakh diaminkan Moningka.(sumber : klik di sini)

Walanda Terancam Diganti PAN Memanas

MANADO — Konflik internal di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) kian memanas pasca pembentukan koalisi Hanura-PAN (HaraPan) di Manado. Koalisi yang telah sempat menerima sejumlah pendaftaran sejumlah kandidat pilwako Manado itu kembali dinyatakan tidak sah. "Koalisi ini tidak melalui mekanisme yang diatur karena tanpa pleno di DPD I,” ujar Wakil Ketua PAN Sulut, Jamal Lamato, kemarin.

Ditambahkannya, DPP PAN pra dan pasca kongres Batam belum pernah mengeluarkan kebijakan soal pilkada di Kota Manado. Ini disampaikannya untuk menepis isu bahwa koalisi ini telah mendapat restu saat kepemimpinan Sutrisno Bachir. “Setelah terpilihnya Hatta Rajasa juga belum ada penetapan koalisi untuk Manado,” jelasnya.
Hal senada dilontarkan Bendahara DPP PAN, Yasti Supredjo Mokoagow. Dia menegaskan Lily Walanda yang berstatus Plt Ketua PAN Sulut tidak bisa membuat kebijakan strategis. Sama halnya dengan Plt Ketua PAN Manado Hanny Kandou. “Mereka harusnya tahu aturan. Memang aturan baru DPP mengharuskan persoalan pilkada diatur DPP. Jangan pura-pura tidak tahu,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk urusan koalisi, DPP melihat partai mana yang dianggap kuat sesuai survei yang ditunjuk lembaga independen. “Diputuskan koalisi dengan Golkar,” terang Yasti yang juga menjabat Wakil Sekjen pemenangan pemilu dan pilkada Indonesia Timur itu.
Ditegaskannya, instruksi DPP mesti dijalankan agar tidak mendapat sanksi tegas. Siapapun yang bertentangan akan diganti demi kepentingan dan kebesaran partai ke depan. “Hari ini juga mereka bisa diganti jika terus mengancam kebaikan serta nama besar PAN,” tegasnya.

Menanggapi ini, Walanda mengatakan pihaknya memang belum tahu soal aturan pilkada dalam kepemimpinan baru ini. Sebelumnya, persoalan pilkada di daerah diatur oleh PAN di daerah dan nanti dilaporkan ke DPP. "Kalau pilgub, baru DPW yang atur,” katanya.
Menurutnya, koalisi HaraPan akan dibubarkan jika nanti DPP PAN menghendaki. Hanya saja, ia memandang yang dilakukan PAN Manado untuk kebaikan PAN Sulut dan DPP PAN. “Kalau tidak dengan HaraPan dengan siapa? Kami tidak mungkin berkoalisi dengan partai besar yang sampai sekarang tidak pernah mau membuka komunikasi,” ketusnya.(sumber : klik di sini)

Pertaruhan Gengsi Benzar manado Vs Smansa Mdo

HARI ini Hall B GOR RW Mongisidi KONI Sario akan jadi saksi mata, munculnya jawara Honda Development Basketball League 2010 North Sulawesi Series. Final party yang akan digelar pukul 15.00 Wita ini, akan menyajikan dua partai besar yang mempertemukan dua kota. Tim putra Eben Haezer Manado (Benzar) lawan tim putra asal Kota Bunga Tomohon SMA Lokon St Nikolaus (Losnito). Sedang diperebutan jawara putri Honda DBL 2010, terjadi derby Manado, antara SMA Kr Eben Haezer (Benzar) dan SMAN 1 Manado (Smansa).

Dipastikan akan terjadi pertarungan sengit, karena masing-masing tim punya materi dan bekal strategi terbaik. Sebut saja tim putra Benzar. Sepanjang perjalanan DBL 2010, tim asuhan Herry Tumuwo ini sukses mengalahkan lawan tangguh, misalnya Rex Mundi, harus kalah di putaran kedua dengan skor 27-17. Rasa percaya diri tim yang dikapteni Christofael Kansil ini pun sementara berada di puncak, pasalnya musuh bebuyutan mereka, SMAN 1 Manado harus tunduk dengan skor 30-45. “Strategi kemungkinan akan berubah, nantinya saya akan menurunkan skuad terbaik Benzar untuk merebut jawara DBL putra,” tukas Tumuwo saat diwawancarai, Kamis (19/2) setelah mengalahkan Smansa.

Dan seperti biasa, kekuatan tim basket Benzar akan ditambah dengan amunisi supporter yang terkenal kompak dan selalu memberi semangat bagi timnya. Apalagi Benzar tampil sempurna di Honda DBL 2010, karena meloloskan tim putra dan putrinya. Seperti pertandingan sebelumnya, bukan tidak mungkin sang Kepala Sekolah, Sugiyarto akan mengerahkan siswa Benzar memadati tribun GOR. Jadi, hari ini bukan hanya sekedar adu skill, strategi dan kekuatan tim basket, tapi akan jadi ajang ‘perang’ supporter.

Sementara Losnito yang adalah satu-satunya finalis asal luar Kota Manado, siap menjadi jawara baru Honda DBL. Dibeberkan pelatih Roland Lengkong, timnya masih tetap melakoni permainan menyerang. “Kalaupun ada perubahan, mungkin hanya sedikit,” ungkapnya.
Untuk pendukung, Losnito bakal memboyong ratusan supporter dari Tomohon. “Yang pasti lebih banyak dari sekarang,” ujar Eduard Wilar, kapten tim Losnito, yang mengaku tak gentar siapapun lawan mereka di final. “Kami siap main dan siap menang,” tukas Eduard, yang juga adalah Ketua OSIS Losnito ini.

Untuk sampai di final, bisa dikatakan lawan Losnito cukup berat. Berdasarkan hasil drawing, putaran pertama, Losnito harus berhadapan dengan finalis DBL tahun 2009, SMAN 2 Bitung yang diperkuat pemain-pemain unggulan. Selanjutnya untuk bisa berada di partai final, Losnito menghajar rekan sekota mereka 10-70. Bisa dikatakan, dua tim ini sama kuat. Selain berbekal pemain-pemain andalan, Benzar dan Losnito pun memiliki pelatih terbaik yang mampu meramu strategi.
Dan bagaimana persiapan tim putri? Benzar yang mengejar tripit akan mengeluarkan semua amunisi terbaik mereka nanti. “Tak perlu ragu, kami pasti bisa memenangkan final ini dan bisa meraih jawara Honda DBL untuk ketiga kalinya,” tutur Firman Mulyono.

Meski Patricia Tambalitan, kapten tim putri cedera, dia yakin bakal mampu meredam perlawanan Brigita Wowor. “Siap main saja dulu, kalau siap main itu artinya siap menang,” tandasnya tersenyum. Tim putri Benzar memang tampil ganas di Honda DBL 2010. Semua lawan yang dihadapi tunduk dengan angka yang cukup jauh. Benzar sukses menumbangkan finalis 2009 SMA Lokon St Nikolaus Tomohon serta mengalahkan Manado International School dengan skor 21-9.

Sedang, tim Smansa Manado harus berjuang keras. Kemenangan tim putri atas Benzar nanti, akan menjadi penawar Smansa atas kekalahan tim putra dari Benzar, Kamis (18/2) di babak semi final. “Nanti lihat di lapangan. Saya belum bisa bicara lebih, yang jelas kami tim siap melayani perlawanan tim mana saja,” kata Lexy Kojongian. Latihan pun terus dilakukan Smansa, untuk mematangkan persiapan tim. “Kalah atau menang hal biasa, intinya bagaimana anak-anak bisa main bagus,” ujar Kojongian.

Laju Smansa tak bisa dihentikan lawan-lawannya. Di putaran pertama, Brigitta Wowor dan timnya sukses membantai SMA Caritas Tomohon 0-33 dan untuk lolos ke final, Smansa menang mudah atas tim tamu SMA Unklab Airmadidi. “Saya bangga anak didik saya bisa berada di final DBL,” kata Freddy Robot, Kepala Sekolah SMA N 1 Manado.
Dia pun berjanji akan mengerahkan seluruh supporter Smansa untuk memberi semangat timnya. “Saya jamin satu tribun akan penuh dengan pendukung Smansa,” pungkasnya. (sumber :klik di sini)

Kamis, 18 Februari 2010

Diknas Ingatkan Sekolah Soal Persiapan UN

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut, Drs Dj Kansil MPd melalui Humas, Esther Tinihada SE MA mengingatkan seluruh sekolah mengenai persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang semakin dekat. Untuk itu sekolah diharapkan untuk tidak lagi melakukan kegiatan yang dapat menghambat persiapan UN.
“Pak Kadis sudah meng-ingatkan agar seluruh seko-lah memfokuskan pada per-siapan pelaksanaan UN. Ja-di tidak usah lagi melaksa-nakan kegiatan lain yang akan mengganggu persiapan ujian,” papar Tinihada ke-pada Komentar, Rabu (17/02) kemarin.
Sehingga perhatian sekolah sepenuhnya, adalah untuk mempersiapkan siswa dan tidak terbagi lagi.
Sementara untuk pelaksa-naan Pra UN lanjut Tiniha-da, akan dilaksanakan mulai 2 Maret 2010 mendatang. “Untuk SMA dilaksanakan 2-6 Maret sedangkan untuk SMP dan SMK 2-5 Maret. Dalam ujian ini dilaku-kan pe-ngawa-san si-lang,” tu-kasnya.
Nantinya pemeriksaan akan dilaksanakan oleh ma-sing-masing sekolah. “Untuk hasilnya, tergantung kebija-kan sekolah, apakah akan disampaikan juga ke orang-tua, atau akan langsung di-ambil tindakan dengan memantapkan siswa yang nilainya masih kurang,” tan-das Tinihada.
Untuk pelaksanaan Pra UN ini kata dia, sudah siap dige-lar dan tinggal menunggu pendistribusian soal ke ma-sing-masing kabupaten/kota. “Yang pasti, Dinas Pen-didikan Nasional sudah siap untuk melaksanakan Pra UN,” tegas Tinihada. (sumber : klik di sini)

Tak gentar di-hearing legislatif. Liow: Anggota Dewan Jangan Asal ‘Malontok’

Sikap gentleman ditunjukan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Manado, Steven Evans Liow SSos terkait adanya tanggapan miring dari kalangan Dekot Manado terhadap pelaksanaan kegiatan kawin massal.

Kepada wartawan, Rabu ke-marin, Liow menegaskan tak gentar di-hearing legislatif. Menariknya, mantan Kabag Humas Pemprop Sulut ini me-nyebut sejumlah anggota dewan asal ‘malontok’ dalam mengeluarkan pernyataan.
“Catat, saya tak gentar di hearing legislatif karena apa yang kami lakukan beberapa waktu lalu, salah satu tujuan-nya yakni untuk membantu masyarakat miskin dalam melakukan pernikahan,” tandas Liow dengan nada tinggi.
Bahkan kepada sejumlah anggota dewan, katanya, ja-ngan bicara asal ‘malontok’. “Masakan kami melaksana-kan kegiatan kawin massal dengan anggaran yang tak jelas. Di APBD 2010 memang tak disebutkan atau dican-tumkan anggaran untuk ka-win massal. Perlu diketahui bapak dan ibu anggota Dekot Manado yang terhormat, ke-giatan kawin massal ini ma-suk dalam program penataan administrasi kependudukan dengan mata anggaran, ke-giatan peningkatan pelayanan publik. Sebagai dasar pelak-sanaan yakni sehubungan optimalisasi sistem admi-nistrasi kependudukan menu-ju KTP elektronik. Apalagi ada temuan dari pihak Depdagri bahwa di SIAK Kota Manado sekitar 4 ribuan Kartu Keluar-ga (KK) tak ada kejelasan,” papar Liow sembari meminta kepada Lili Binti, Syarifudin Saafa, Udin Musa, Hengky Kawalo dan Royke Anter untuk arif menyikapi dan jangan asal ‘malontok’ dalam berbicara.
Sebelumnya diberitakan, anggaran pelaksanaan ke-giatan kawin massal yang di-lakukan Dinas Kependuduk-an dan Pencatatan Sipil (Dinpencapil) Manado, waktu lalu, dinilai kalangan Dewan Kota (Dekot), kurang jelas alias KJ.
Pasalnya, dalam APBD Ma-nado 2010, tak diplot ang-garan kawin massal di pos Dinpencapil Kota Manado. Karenanya, Dekot akan sege-ra memanggil hearing Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadinpen-capil), Steven E Liow SSos. (sumber : klik di sini)

Investasi Sulut Tertatih-Tatih

MANADO—Investasi langsung (direct investment) maupun tak langsung (indirect investment) di Sulut sepertinya belum akan berjalan baik. Masalahnya masih terganjal di daya listrik yang tak kunjung teratasi. “Listrik ini masih terus jadi masalah,” kata Pemimpin BNI Wilayah XI Joppy Lamonge. Menurutnya, biaya operasional usaha akan lebih mahal bila pasokan listrik tak cukup.

Chief Economist Agus Tony Poputra mengatakan, soal konsumsi listrik tak perlu dipermasalahkan. Bila dilihat, konsumsi listrik nasional sebesar 509 Kwh/kapita/tahun, sangat kecil bila dibanding dengan Cina dan Malaysia. “Cina saja 1783 Kwh/kapita/tahun dan Malaysia 3194 Kwh/kapita/tahun,” rincinya. “Jadi sebenarnya bukan konsumsi tapi supply,” ujarnya.

Ia pun mengatakan jika Tarif Dasar Listrik (TDL) akan dinaikkan harus jadi alternatif terakhir.Kalaupun dinaikkan tidak akan mengganggu. “Yang penting supply tersedia,” tandasnya. Sarannya, pemerintah harus menyerahkan ke perusahaan lain untuk pendistribusian hingga ke masyarakat. “Untuk produksi biarlah ditangani pemerintah,” sarannya. Bila masalah listrik terselesaikan, keduanya optimis investasi di Sulut akan lebih cerah.

Di sisi lain, Joppy mengatakan investasi di Sulut masih banyak dibiayai dari luar. Itu terlihat dari LDR yang berada di atas 100. “Itu artinya Sulut potensial untuk investasi,” kata Joppy. Hanya, ia kembalil mengingatkan agar masalah listrik dicarikan jalan keluar. (sumber: klik di sini)

Smansa-Benzar Adu Gengsi


HONDA DBL 2010 North Sulawesi Series terus bergulir. Empat tim putra dan putri siap melakoni pertandingan penuh ketegangan di babak semifinal hari ini.
Dengan tidak mengecilkan kemampuan tim lain, pertemuan tim putra SMA N 1 Manado kontra SMA Kr Eben Haezer boleh disebut final dini. Siapa yang membantah prestasi dan dominasi tim basket keduanya di Sulut saat ini. Selain reputasi dan sejarah selama ikut DBL, kedua tim juga dikenal punya banyak pendukung militan selalu mensupport penuh kreatif saat tim bertarung. Bicara rekor, duanya sama-sama saling mengalahkan. Pada pagelaran perdana 2008 lalu, Smansa berhasil menghentikan Benzar.

Kala itu, Benzar yang terus memimpin hingga kuater ketiga dipaksakan main hingga dua kali over time atau perpanjangan waktu dan pertandingan akhirnya di menangkan Smansa. Satu tahun kemudian Benzar yang mengusung balas dendam berhasil memujudkan niatnya tersebut. Marc Laoh cs berhasil menghentikan langkah Marcelino Hertoni cs dengan skor 26-22.
Partai ini kembali terjadi di DBL 2010. Sehingga partai ini merupakan partai adu gengsi atau penentu untuk menunjukan kepada publik di Sulut siapa yang terbaik.
Bagaimana target dan kesiapan kedua tim? Pelatih SMAN 1 Manado Lexi Kojongian mengaku belum bisa membuat target atau analisa karena tim ini sama kuat. “Kalau untuk partai ini mungkin masih 50-50,” ungkap pelatih yang berhasil mengantarkan tim cowok Smansa menjuarai DBL 2008.

Pun pelatih cowok, Benzar, Herry Tumuwo. “Kalau target susah dianalisa. Untuk jelasnya kita lihat besok (hari ini-red),” katanya usai mengalahkan SMA Rex Mundi Manado. So Hall B GOR RW Mongisidi Sario bakal super panas hari ini.
Tak boleh dianggap remeh tiga pertandingan lainnya. Di pertandingan putra lainnya ada derbi Tomohon, SMA St Nikolaus Lokon Tomohon (Losnito) versus SMA Kristen Tomohon. “Target pasti menang,” ungkap pelatih SMA Lokon Tomohon, Roland Lengkong. Sedangkan pelatih Smakerto—julukan SMA Kristen Tomohon Billy Melo juga yakin bisa menghentikan langkah Losnito—julukan SMA Lokon Tomohon.

Di putri tak kalah ketatnya, satu-satunya perwakilan Bitung yang tersisah akan menantang semifinalis 2009, SMA N 1 Manado. Pun hegemoni jawara DBL dua musim berturut-turut SMA Kr Eben Haezer Manado bakal coba diusik tim kuda hitam SMA Unklab Airmadidi. Unklab yang dilatih, Fernando Timuhari yakin bisa menghentikan langkah Benzar untuk mematahkan rekor 3 kali secara beruntun menjuarai DBL. “Jadi, kalahkan Benzar dan masuk final,” ungkap mahasiswa STIE Eben Haezar ini.
So pasti perang supporter akan membawa aura panas di tribun Barat dan Timur Hall B RW Mongisidi. Beradu kencang dengan kecepatan dan skill pemain di lapangan, di bench adu strategi dua pelatih, akan diuji. Itulah gambaran yang bakal terjadi di babak Fantastic Four atau semifinal Honda DBL 2010 North Sulawesi Series hari ini. Jadilah saksi siapa yang masuk final. Pertandingan pertama akan dimulai pukul 13.30 Wita. (sumber : klik di sini)

Rabu, 17 Februari 2010

11 Calon Siap Amankan Pemilihan Pemuda GMIM

MESKI akan bersaing memperebutkan posisi ketua, namun 11 calon yang masuk nominasi untuk dipilih dalam kepengurusan Komisi Pemuda Sinode GMIm periode 2010-2014 menyatakan siap mengamankan pemilihan pada Sabtu (20/2) mendatang. Pemilihan ini akan dilaksanakan di jemaat Eben Haezer Treman Wilayah Minawerot.
Pnt Billy Lombok SH yang juga Ketua Pemuda GMIM Ulfers Wilayah Kumeleumbuai, Pnt Steven Tuwondila SE Ketua Pemuda Wilayah Amurang I, Pnt Daniel Saleteng Ketua Pemuda Wilayah Bitung I,
Pnt Herman Mengko STP Ketua Pemuda Wilayah Minaweroth, Pnt Juddy Luntungan SSi Ketua Pemuda Trifena Karegesan, Pnt Maikel Kaseger SPd Ketua Pemuda Wilayah Tondano II, Pnt Risky Karundeng Ketua Pemuda Wilayah Tondano III, Pnt Herman Mengkong STP Ketua Pemuda Wilayah Minawerot, Pnt Marcos Kairupan Ketua Pemuda Nafiri Malalayang, Nervi Manembu ST Bendahara Wilayah Manado Tenggara, Pnt Indra Runtuwene Ketua Pemuda Maranatha Kakaskasen, dan Pnt Toat Pangkey Ketua Pemuda Langsot Tomohon menyatakan siap menyukseskan hajatan kerohanian tersebut.

“Sudah saatnya pemuda GMIM memiliki figure yang berorientasi pada pelayanan bukan ikut terlibat dalam perpolitikan,” ungkap mereka.
Sebab mereka menilai apa pun menjadi hasil rapat pemilihan nanti bakal diterima.”Siapa pun yang akan memimpin pemuda GMIM ini kiranya bisa melakukan pelayanan yang terbaik bagi pemuda demi keutuhan bersama dan jangan sampai ada yang terkotak-kotak,” kata mereka.(sumber: klik di sini)

Fadli Zon: Beberapa Kali Prabowo Bertemu SBY

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Fadli Zon mengakui bahwa ada pertemuan antara Prabowo Subianto selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Fadli, saat dikonfirmasi khusus oleh Persda Network, Rabu (17/2/2010) mengaku bahwa pertemuan keduanya atas dasar sudah berteman sejak lama.

"Mereka kan berdua sudah lama berteman. Jadi, kalau ada pertemuan ya tidak masalah," ungkapnya.

Fadli kemudian membantah bahwa pertemuan antara Prabowo Subianto dan Presiden SBY terkait sikap Fraksi Gerindra di DPR menyangkut kesimpulan terkait kasus Bank Century.

"Tidak ada pembicaraan itu. Sikap kami tentunya sama dengan apa yang sudah disampaikan. Kami tentu menyikapi kasus ini didasari atas hasil investigasi dan fakta-fakta yang terungkap. Kalaupun ada arahan (dari Prabowo), tentunya meminta agar sikap didasari fakta yang terungkap," Fadli menjelaskan.

Fadli juga membantah saat ditanya mengenai isu yang berembus bahwa Gerindra mendapat tawaran posisi menteri. "Kalau kami mau (posisi menteri), kenapa tidak dari dulu saja. Dan yang jelas, sampai saat ini belum ada tawaran itu," ucap Fadli.
Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Presiden SBY dikabarkan sudah dilakukan beberapa kali. Namun, Fadli mengaku tidak mengetahui persis kapan terakhir pertemuan itu dilakukan. Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Gerindra yang juga anggota Pansus Angket Kasus Bank Century DPR, Ahmad Muzani, mengungkapkan secara diplomatis mengenai adanya lobi yang dilakukan. Namun, Ahmad Muzani tidak menjelaskan, siapa yang melakukan pertemuan lobi yang dilakukan pada minggu lalu itu.

"Yang jelas, pertemuan memang sudah dilakukan beberapa kali. Persisnya saya lupa kapan. Pertemuan pun hanya komunikasi biasa, tidak ada deal apa pun. Pertemuan membicarakan soal nasib bangsa," ungkap Fadli Zon.

Beberapa waktu lalu, salah seorang Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Agnita Singedikane membantah adanya tawaran menteri. Agnita menegaskan, sikap resmi partainya sesuai amanat hasil kongres di Bali sebelumnya, yaitu menyatakan oposisi terhadap pemerintah.

"Nah, keputusan nantinya pada kongres partai yang akan dilaksanakan di Bali juga (bulan April). Apa sikap resmi partai ke depan, sampai saat ini kami tetap oposisi. Kalau ada yang mau jadi menteri, maka silakan keluar dari partai," kata Agnita. (sumber : klik di sini)

3 orang cowo

Ada 3 orang cowo ditanya malaikat di alam kubur.

Malaikat : Kamu, coba ceritakan kenapa kamu sampai ada disini?

Orang I : Oh, begini... Waktu saya pulang dari kantor, saya melihat
seorang laki-laki di kamar tidur saya. Saya jadi curiga. Pasti Istri
saya lagi serong. Langsung saja saya dobrak pintu kamar saya. Saya
lihat istri saya cuma pakai handuk saja. Saya tambah yakin dan mencari
laki2 tadi. Saya cari ke mana2 tidak ada. Tanpa sengaja saya melihat
ke balkon kamar saya ada bayangan seseorang yang sedang bergelantungan.
Langsung saja saya injak tangannya. Sampai dia terjatuh. Tapi sayangnya
dia masih sempat selamat bergelantungan di lantai 7 (karena saya
berada di lantai 12). Karena saya emosi langsung aja saya angkat
KULKAS yang ada di kamar saya dan saya
lempar tepat dikepalanya. Dia terjatuh dan mengeluarkan darah yang
banyak sampai Mati.Nah... karena saya ini punya penyakit jantung,
ketika melihat darah mengalir, jantung saya kumat dan saya mati...

Malaikat : Oh... gitu. Kalo kamu, gimana ?

Orang II : Waktu itu saya habis mandi. Saya tinggal di sebuah apartemen
di lantai 16. Selesai mandi saya melihat ada bayangan di balkon
kamar saya. Saya curiga, kemudian melihatnya. Eh, saya terpeleset
dan jatuh. Untung saya bisa pegangan di lantai 12.Tiba-tiba ada
orang keluar dari kamar itu sambil menginjak-injak tangan saya. Saya bingung, kok bukan
ditolongin, malah marah-marah. Karena kesakitan, tangan saya terlepas
dan saya jatuh lagi. Untungnya saya masih sempat pegangan di lantai
7. Orang yang menginjak tangan saya tadi semakin marah. Kemudian dia lempar KULKAS ke kepala saya.

Malaikat : Kalo kamu ?

Orang III : Waktu itu saya lagi kencan dengan seorang wanita. Tiba-tiba
suaminya datang dan saya langsung ngumpet di dalam KULKAS. Entah kenapa
tau-tau saya sudah berada disini....

Calon Ketua KONI Harus Berkomitmen Membangun Olahraga Sulut

Segera berakhirnya masa bakti kepengurusan KONI Sulut periode 2006-2010, membuat sejumlah pelaku olahraga di daerah ini mulai membicarakan siapa yang layak menjadi ketua umum yang baru. Tapi pada intinya, mereka berharap agar calon ketua umum KONI Sulut nantinya haruslah orang yang memiliki komitmen kuat untuk membangun olahraga Sulut ke depan.
Selain itu, ketua umum KONI yang baru juga harus memiliki modal yang kuat, sebab jika hanya berharap dana dari APBD, maka nasib olahraga Sulut tidak akan jauh berbeda dengan periode yang lalu. Se-bab walaupun UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahra-gaan Nasional (SKN) mengha-ruskan pemerintah daerah mengalokasikan dana untuk olahraga, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Selama ini, hanya cabang olahraga yang dekat dengan pemerintah lah yang sering mendapat ban-tuan. Sedangkan yang tidak, harus berusaha sendiri men-cari dana untuk melakukan pembinaan.
“Kalau hanya berharap pada dana APBD untuk memba-ngun olahraga Sulut, saya rasa akan sulit. Jadi memang se-baiknya ketua umum KONI Sulut yang baru nantinya ada-lah orang yang serius mem-bangun olahraga Sulut, dan tentu saja didukung oleh da-na,” ujar salah satu pelatih ka-wakan Sulut, Ventje ‘Encho’ Simbar kepada Komentar, kemarin (16/02).
Encho bahkan mencontoh-kan orang seperti Hengky Mogi (Tjong Kie) adalah figur yang bisa dijagokan untuk menjadi Ketua Umum KONI Sulut yang baru. Sebab me-nurutnya, bos Bir Bintang dan pemilik supermarket Cool di Tomohon ini peduli terhadap olahraga. Begitu juga dengan pengusaha Vera Mokoagouw, pemilik Hotel Sutanraja di Mi-nut, yang beberapa waktu lalu pernah menyatakan keingin-annya untuk menjadi ketua umum KONI Sulut.
“Kalau memang Ibu Vera be-nar-benar ingin menjadi ketua Umum KONI Sulut dan serius untuk membangun olahraga Sulut, tentu kami mendu-kung,” tambahnya.
Rencananya, KONI Sulut akan menyelenggarakan Mu-syawarah Propinsi pada 20 April mendatang. Pada saat itulah, pelaku olahraga Sulut yang terdiri dari pengurus ca-bang olahraga akan memilih ketua umum KONI Sulut pe-riode mendatang. (sumber : klik di sini)

PDIP Manado Masih Godok Kandidat untuk Pilwako

MANADO – Sejumlah nama bakal calon walikota dan wakil walikota Manado dari PDIP telah lama mencuat sejak beberapa bulan terakhir. Namun hingga kini partai berlambang banteng moncong putih tersebut belum resmi menentukan siapa yang bakal resmi diusung untuk bertarung dalam pilwako 2010.
Menurut wakil sekretaris I PDIP Manado Iwan Setiawan SIP, semua balon yang sudah mendaftarkan diri di partainya berpotensi untuk resmi diusung. “Karena itulah kami belum menentukan siapa yang bakal diusung. Sebab kami terus melakukan pengkajian berdasarkan sejumlah parameter,” ujarnya, Selasa (16/02).
Ia mengungkapkan bahwa yang menjadi pertimbangan utama adalah figur yang memiliki tingkat elektabilitas dan akseptabilitas yang tinggi, serta persepsi publik yang positif terhadap masing-masing balon. “Untuk mendapatkan itu kita menggunakan survei dari lembaga independen yang terpercaya. Juga survei yang dilakukan partai,” ujar mantan ketua senat mahasiswa FISIP Unsrat tersebut.
Sedangkan menyangkut bakal dimasukkannya figur dari kader PDIP, Setiawan tak membantahnya. Malah ia mengungkapkan bahwa untuk calon papan dua akan ditempati ketua DPC PDIP Manado Richard Sualang yang saat ini menjadi legislator Dekot Manado. “Sebab berdasarkan survei, tingkat elektabilitas saudara Richard cukup tinggi untuk menempati posisi wakil walikota. Yang pasti jika semua proses peng-godokan sudah rampung, kami akan segera mengumum-kannya. Dan itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” pungkas pria enerjik ini. (sember: klik di sini)

Prihatin Mewabahnya DBD, Lumentut Rela Jadi Petugas Fogging

Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Manado, Godbless Vicky Lumentut benar-benar prihatin dengan mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Manado. Sebagai bukti keprihatinan, Selasa (16/02) kemarin, Lumentut rela turun lapangan sambil memegang alat fogging dan melakukan penyemprotan di rumah-rumah warga di beberapa kelurahan yang ada di Malalayang.
Bak petugas fogging, bakal calon walikota Manado ini tampak sigap dan penuh se-mangat menggunakan alat pengasapan itu. “Nyamuk Aedes Aegepty adalah musuh kita, mari kita basmi,” tutur Lumentut.
Warga yang melihat Lumen-tut, langsung menyatakan pu-jian. “Bagini kwa tu pejabat. Jadi bukan hanya duduk di belakang meja kerja, tapi ha-rus turun lapangan melihat kondisi langsung masyara-kat,” celetuk Ny Firna Tume-wu, warga Malalayang.
Kepada warga, Lumentut meminta untuk tidak menga-baikan kegiatan 3M. Karena gerakan 3M ini adalah kegiat-an yang dilakukan untuk me-mutuskan rantai kehidupan nyamuk Aedes Aegypti, penu-lar DBD. Daur hidup nyamuk Aedes Aegypti terdiri dari te-lur, jentik dan kepompong. Telur, jentik dan kepompong hidup dalam air yang tidak beralaskan tanah dan akan mati bila airnya dibuang ke dalam got atau tempat pem-buangan air lainnya. Nah agar supaya telur, jentik dan ke-pompong tersebut tidak men-jadi nyamuk, maka perlu dila-kukan 3M secara teratur se-kurang-kurangnya seminggu sekali yaitu Menguras tempat-tempat penampungan air se-perti tempayan, drum, bak mandi/bak wc dan lain-lain atau menaburkan bubuk aba-te. Menutup rapat-rapat tem-pat penampungan air, agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di da-lamnya. Mengubur/menying-kirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng-kaleng bekas, plastik bekas dan lain-lain.
Ikut serta dengan Lumentut dalam melakukan fogging, se-lain Kepala Dinas Kesehatan, dr Yvonne Kaunang, yakni Asisten I Setdakot Manado, Drs Leo Sondakh.
Sekadar diketahui, di Kota Manado, kasus DBD tertinggi berada di Kecamatan Malalayang. (sumber: klik di sini)

Siap buka pendaftaran SNMPTN online Unima Diharapkan Perhatikan Website

Manado.Menyusul pernyataan bahwa Universitas Negeri Manado (Unima) siap melaksanakan pendafataran Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ketua Dewan Pendidikan Sulut, Dr Max Ruindungan menyatakan agar website Unima juga harus diperhatikan dan diaktifkan kembali.

“Kita semua, stakeholders pendidikan menyambut de-ngan gembira kalau pada pendaftaran SNMPTN di Unima mulai tahun ini dilaku-kan secara online. Tapi se-benarnya Unima selama ini menghadapi kendala utama dalam manajemen Teknologi Informasi (TI); Bahkan kalau kita membuka website Unima www.unima.ac.id mungkin kita pasti kaget karena di-jumpai peringatan account suspended,” urai Ruindungan, Selasa (16/02) kemarin.
Sehingga Ruindungan, mem-ertanyakan bagaimana calon mahasiswa baru bisa men-dapatkan informasi tentang Unima, jika website tidak bisa diakses. “Sebenarnya sejak 2003, Unima sudah meng-eksekusi sejumlah proyek untuk meningkatkan daya saing termasuk perbaikan infrastruktur TI melalui Pro-yek Inherent, terakhir dengan Proyek Imhere untuk mem-perbaiki good governance,” tandas dia.
Jadi semestinya Unima, lan-jutnya, segera memriotaskan pembenahan sistem TI sebagai salah satu instrumen untuk membangun efisiensi, trans-paransi dan akuntabilitas pu-blik. “Selaku Dewan Pendi-dikan kami berharap bahwa dengan Sistem TI yang di-punyai Unima, calon-calon mahasiswa dari berbagai tempat di Sulut dan di luar Sulut, cukup mengirimkan aplikasi dari tempat atau tem-pat terdekat yang menyiapkan layanan internet. Untuk itu, tentunya informasi tentang Unima dan program-program-nya tersedia secara updated dan berkelanjutan,” pung-kasnya.
Secara terpisah, Rektor Prof Dr Philoteus Tuerah DEA, me-lalui Pembantu Rektor I, Drs Harold Lumapouw MPd me-nyatakan bahwa dalam waktu dekat www.unima.ac.id sudah bisa diakses lagi. “Memang belakangan ada gangguan, jadi belum bisa diakses. Tapi teknisi sementara melakukan perbaikan dan dipastikan, dalam waktu dekat sudah bisa diakses,” kata Lumapouw.(sumber: klik di sini)

Seleksi CPNS Dipercepat

JAKARTA--Seleksi CPNS 2010 ini kemungkinan akan dipercepat. Hal itu terkait dengan reformasi birokrasi yang dijalankan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB).
"Pemerintah pusat pada prinsipnya ingin seleksi CPNS bisa secepatnya dilaksanakan dibandingkan tahun lalu," harap Deputi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bidang SDM Aparatur Ramli Naibaho yang dihubungi koran ini, Selasa (16/2).

Karena itu pihaknya meminta kesiapan pemerintah daerah untuk mempercepat seleksi tahun ini. Dikarenakan penerimaan ini tergantung kesiapan pemerintah daerah juga. Kalau pemda sudah siap melaksanakan seleksi CPNS, terutama tentang usulannya yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah, pusat siap saja. Selama ini, seleksi CPNS selalu tertunda karena pemda terlambat mengajukan usulan. "Pemda selalu yang terlambat mengajukan ke pusat. Ini sudah berlangsung lama, makanya mulai tahun ini prosedurnya diubah," tandasnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga tengah menunggu hasil panitia kerja (Panja) tenaga honorer karena nantinya akan dimasukkan dalam formasi CPNS. Dia berharap hasil rekom panja ini bisa secepatnya agar target pemerintah tidak bergeser.

"Ya, kita maunya cepat. Tapi mudah-mudahan hasil Panja bisa secepatnya untuk mengetahui berapa jumlah pasti honorer non APBN/APBD yang akan masuk. Yang sudah jelaskan baru sisa honorer 104 ribu itu," terangnya.
Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara menegaskan untuk penerimaan CPNS 2010 ini, formasi SMA dimasukkan. Kebijakan ini tentu saja disambut baik sejumlah pemerintah daerah. Terutama daerah-daerah yang baru dimekarkan. Mereka bersemangat mengusulkan CPNS formasi SMA. (sumber: klik di sini)

Geisha Hipnotis Penonton Manado

Konser Velentine Day Oriental Love with GEISHA di Score Minggu (15/2) malam menggebrak. Lewat vokalis cewek yang komunikatif, Grup Band asal Pekanbaru yang terdiri dari Momo[vocal], Roby[guitar]leader, Aan[drum], Amek[keyboard] dan Bernard[bass], yang melejit dengan lagunya Takkan Penah Ada ini mampu menghipnotis para dugemers mendendangkan bersama-sama lagu hits mereka. Sebut saja cintaku hilang, ijinkan aku mendua hingga hits mereka Takan Pernah Ada dan Jika Cinta Dia.
Tak hanya bernyanyi, Momo sang vokalis cewek pun asyik bercerita seputar dibalik pembuatan lagu-lagu mereka. "Apa Bahasa Manado Aku Cinta Dia?", ujar Momo. Spontan penonton pun menjawab bersama-sama 'Kita Cinta Pa Dia, yang disambut dengan hits Jika Cinta Dia sebagai penutup. Aura nightlife-society pun bergulir terus seiring dengan penampilan DJ Edward & DJ Romel. (sumber: klik di sini)

Ribuan Warga Gabung FMT Fans Club

KAUDITAN—Warga yang hadir di perkebunan Desa Kaima Kecamatan Kauditan jadi saksi, betapa Fransisca M Tuwaidan (FMT) figur fenomenal. Ya, kemarin (16/2), 1.324 FMT Fans Club dilantik Etha sapaan akrab Tuwaidan.
Ribuan relawan dan simpatisan FMT terwakili dari 116 desa dan 8 kelurahan di Minut. Kehadiran pendukung Etha membuat wilayah Minawerot macet total dan membuat kekaguman masyarakat. Pelantikan fans club itu menjadi garis depan untuk pemenangan Etha sebagai Bupati Minut 2010-2015.

“Saya bertekad untuk membangun Minut. Bila dipercayakan masyarakat untuk menjadi Bupati, saya akan berbuat yang terbaik. Saya yakin bisa terpilih nanti menjadi pemenang,” kata Etha, usai melakukan pelantikan.
Koordinator FMT Fans Club Bernard Tuwaidan mengatakan, diajaknya para pendukung untuk bersatu untuk memenangkan FMT menjadi Bupati Minut. Diyakininya, Ketua Frasksi Tumatenden DPRD Minut bisa memajukan Minut, dan mensejahterakan masyarakat. “Tim FMT fans club yang terwakili di setiap desa ini akan menjadi wadah untuk merebut suara demi kemenangan calon bupati Fransisca Tuwaidan,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kauditan Frans Pangemanan mengatakan, cita-cita FMT memajukan Minut harus didukung sepenuhnya. Sebab itu semua hanya untuk kepentingan masyarakat. “Kita semua harus berjuang demi kemajun Minut. Untuk itu sekarang waktunya kita untuk mendukung figur Etha, yang serius memajukan Minahasa Utara,” ujar Pangemanan. (sumber: klik di sini)

1.827 Pasang Menikah di Valentine Day


MANADO- Valentine 14 Februari tahun 2010 ini menjadi hari kasih sayang yang paling berkesan dan bermakna bagi 1.827 pasangan di Manado. Minggu kemarin, mereka dinikahkan oleh Pemerintah Kota Manado.
Nikah massal ini digelar di Manado Convention Center (MCC). Dalam hajatan pencatatan perkawinan dan pencatatan nikah massal itu, ribuan pasangan sangat antusian mengikuti prosesi pemberkatan nikah yang dilakukan oleh Pdt Boyke Mamahit dan Ustad Imran Mantouw.
“Pemerintah tidak mengizinkan seorang wanita dan pria hidup bersama tanpa ada ikatan perkawinan,” ucap Penjabat Wali Kota Manado Sinyo Harry Sarundajang di hadapan ribuan pasangan serta para undangan.
Sarundajang mengatakan, perkawinan itu diatur di dalam UU. Karena itu setiap pasangan yang mau menikah, harus mematuhi aturan yang berlaku sesuai dengan UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. “Pemerintah sangat mengharapkan agar pernikahan ini dapat dijaga terus, hidup rukun serta menjaga dan mencintai satu sama lain,” tegas SHS.
Sekkot Manado GS Vicky Lumentut menambahkan, pernikahan ini bertujuan untuk membentuk keluarga bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. “Perkawinan itu sah dilakukan berdasarkan hukum dan agama masing-masing,” tegas Lumentut.
Sementara itu pasangan Lemba Lao (40) dan Nontje Mangimpis (50), memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap pemerintah kota. “Kami berterima kasih kepada pemerintah kota yang sudah melaksanakan pernikahan massal di hari valentine ini. Kami sangat mendukung apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah kota karena peduli dengan masyarakat yang berkekurangan,” beber mereka.
Pada kesempatan itu juga, SHS ikut menandatangani surat nikah sembilan pasangan dari sembilan kecamatan secara simbolis.
Dengan disahkannya 1.827 pasang itu, bukan berarti di Manado tidak ada lagi pasangan suami-istri tidak sah. Masih tersisa seribu lebih yang belum dinikahkan dari total 3 ribu pasangan. “Dari hasil pemutakhiran, kami memperoleh data, masih terdapat sekitar 3.000 pasangan tidak sah di Manado,” kata Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Capilduk) Manado, Steven Liow, kemarin.
Menurutnya, latar belakang pelaksanaan kawin massal ini adalah data dari Depdagri yang mengungkap, di Manado, banyak yang tidak mengurus kartu keluarga, yang disebabkan mereka belum menikah. Setelah ditelusuri, kebanyakan beralasan masalah ekonomi. “Atas dasar itu kami ajukan ke penjabat wali kota untuk melaksanakan kawin massal ini. Setelah itu, pengurusan KTP dan administrasi kependudukan lainnya akan diperketat. Jadi tidak ada lagi yang beralasan tidak ada kartu keluarga,” katanya. (sumber : klik di sini)

Kecewa Air Asia Tutup, 23 Februari Penentu

MANADO— Rencana penutupan rute penerbangan Air Asia dari Manado-Kuala Lumpur mengundang kekecewaan dari warga Manado. Pasalnya, banyak warga yang sudah merencanakan perjalanan wisata ke Malaysia dan Singapura. “Saya sudah beli tiket dengan harga sangat murah,” aku Prisilia M, seorang PNS.
Ia mengaku sudah membeli tiket sejak akhir tahun lalu dan baru bisa berangkat Maret nanti. “Saya berangkat bersama teman-teman,” akunya. Ia mengaku kecewa meski uang tiket dipastikan dikembalikan.

Sementara itu, pemerintah tetap berencana melobi agar Air Asia membatalkan niat tersebut. Menurut Asisten II Setdaprov Sulut Gemmy Kawatu, tanggal 23 Februari nanti Gubernur SH Sarundajang bersama jajaran dan pelaku wisata akan berangkat ke Kuala Lumpur. “Tanggal 23 Februari akan berangkat,” katanya.
Sementara itu, pihak travel mengaku akan mengembalikan uang tiket yang sudah terlanjur dibayar. “Terpaksa kami kembalikan,” tambah owner Virgo Ekspress Herman Kontutodjeng. (sumber : klik di sini)

Sistel Energik Tewas Tragis

BITUNG-Regina Secilia Sangian (12), warga Kelurahan Danowudu, Kecamatan Ranowulu, kemarin, tewas secara tragis. Finalis Siswa Teladan (Sistel) Kota Bitung Tahun 2008 itu meregang nyawa saat berenang di sweemingpool Wisma Pelaut Bitung.
Informasi yang dihimpun dari TKP (Tempat Kejadian Perkara), Gina –sapaanya—tewas karena tenggelam. Namun, belum ada keterangan resmi penyebab, tewasnya siswa Kelas VII 1 SMPN 1 Bitung itu.

‘’Gina tenggelam karena kelelahan setelah berenang. Dia sempat memegang kaki dan tangan saya, tapi terlepas, akhirnya dia tenggelam,’’ kisah Flauren Rumampuk, teman korban.
Sambil menangis sedih Flauren berkisah, saat kejadian, tidak ada pegawai atau keamanan hotel. ‘’Cuma torang, kita, Gina, Gariela Ponitjan, Gabriela Tangkulung, dan Tesalonika Moroisa. Kami kebingunan, dan tidak bisa berbuat apa-apa saat dia(Gina) tenggelam,’’ tuturnya sambil terisak.
Flauren menambahkan, kepergian mereka ke kolam renang Wispel untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 12. ‘’Waktu pulang sekolah, saya mengajak Gariela, Tesalonika, dan Babriela. Tapi, Gina sempat mendengar dan meminta diajak. Makanya, sepulang sekolah kami rame-rame ke Wispel untuk berenang. Saya yang bayar,’’ Flauren menambahkan.

Menurut Flauren, di antara teman-temannya yang ikut rombongan, dua di antaranya tidak berenang. ‘’Keren Kapuk dan Chintya Ponintjan juga ikut tapi tidak berenang,’’ ujarnya..
Ia menambahkan, saat berada di tengah kolam melihat Gina minta tolong, saat itu dia sudah kelelahan berenang dan kami terpisah. “Gina sempat memegang tangan dan kaki kiri saya tapi terlepas dan tenggelam. Saat itu posisi saya di belakang Gina, dan kami semua kebinggungan,” ujarnya sambil menangis.
‘’Sebenarnya,’’ lanjut Flauren, saat kejadian, dia sempat meminta pertolongan kepada dua lelaki karyawan Wispel. ‘’Tapi, mereka cuma bilang tidak baju renang, padahal saya sudah kasih tau teman saya tenggelam, nanti beberapa saat kemudian, ada Om datang dan langsung menolong Gina,’’ tutur Olen, sapaannya.

Setelah tubuh korban diangkat dari dasar kolam, atas inisiatif si penolong tubuh korban yang terkulai langsung dilarikan ke RS Budi Mulia Bitung. Sayang, nyawa anggota Sanggar Handayani SMPN 1 itu tidak tertolong lagi.
Pihak managemen Wispel mengaku bertanggung jawab atas tragedi yang menimpa siswa pintar itu.
“Semua kebutuhan untuk keluarga sampai pemakaman korban akan kami biayai, Ini tanggung jawab kami,” ujar Anita Wongkar, Manager Operasional Wispel
Wanita anggun itu mengklaim, sejak dibuka Tahun 2002, kolam renang Wispel, baru pertama kali terjadi peristiwa tragis.
Elly Topol, securiti yang menolong korban mengatakan, kejadian sekitar pukul 15.05 Wita. Saat itu dia sedang berpatroli di sekitar kawasan Wispel. “Saya kaget mendengar ada yang tenggelam. Kami angkat anak itu di pinggir kolam dan saya langsung memberikan pertolongan pertama, yaitu nafas buatan dan memompa perutnya. Saat itu ada reaksi, yaitu korban memuntahkan air,’’ tuturnya.

Setelah memberikan pertolongan pertama, korban langsung dilarikan ke RS Budi Mulia. ‘’Tapi, hanya sekira 7 menit, nyawa korban tidak tertolong lagi,’’ katanya, pilu.
Ayah korban, Noldi Sangian, tentu saja, sangat terpukul dengan tragedi yang menimpa putri tercinta.
“Saya ikhlas menerima kenyataan ini, namun sangat disayangkan pihak Wispel yang kurang melakukan pengawasan terhadap keselamatan pengunjung,” tuturnya dengan nada bergetar.
Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Semuel Kayangan, SH menyatakan, peristiwa tewasnya siswa kelas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional itu sementara dalam tahap penyelidikan sebab-musabanya.
Atas permintaan orangtua, mayat korban tidak divisum. “Orangtua korban telah menandatangani pertanyaan untuk tidak divisum,” katanya. (sumber : klik di sini)